Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer

Peran Jasa Ekosistem Dalam Meningkatkan Kinerja Sektor Kehutanan Kabupaten Merangin

Authors
  • Omo Rusdiana Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor. Kampus IPB Darmaga Divisi Ekologi Hutan, Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor, Bogor 16680, Indonesia, Pusat Pengkajian Perencanaan dan Pengembangan Wilayah (P4W), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Baranangsiang, Jl. Pajajaran, Bogor 16144, Indonesia
  • Mia Ermyanyla Pusat Pengkajian Perencanaan dan Pengembangan Wilayah (P4W), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Baranangsiang, Jl. Pajajaran, Bogor 16144, Indonesia
  • Nana Rusyana Pusat Pengkajian Perencanaan dan Pengembangan Wilayah (P4W), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Baranangsiang, Jl. Pajajaran, Bogor 16144, Indonesia, Program Magister Ilmu Perencanaan Wilayah (PWL), Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor. Kampus IPB Darmaga Jl. Meranti, Bogor 16680, Indonesia
Issue       Vol 3 No 1 (2020): Talenta Conference Series: Agricultural and Natural Resources (ANR)
Section       Articles
Galley      
DOI: https://doi.org/10.32734/anr.v3i1.836
Keywords: Berkelanjutan ntegrasi jasa ekosistem kinerja
Published 2020-09-18

Abstract

Luas wilayah Kabupaten Merangin adalah 767.890 ha, dengan 45,27% tutupan lahannya berupa kawasan hutan. Kawasan hutan didominasi oleh hutan konservasi (45,52% dari luas kawasan hutan), selanjutnya hutan produksi (43,35%), dan hutan lindung (11,13%). Ekosistem kawasan hutan jika dikelola dengan baik akan memberikan banyak manfaat bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Namun hingga saat ini, laju deforestasi akibat alih fungsi hutan, penebangan liar, dan penambangan liar semakin meningkat. Hal ini telah memicu berbagai masalah ekologis di Kabupaten Merangin. Dari sisi ekonomi, sektor pertanian yang terdiri dari sub sektor pertanian, peternakan, perikanan dan kehutanan memberikan kontribusi terbesar terhadap ekonomi daerah pada tahun 2017 dibandingkan dengan sektor lainnya, yaitu sebesar 49,09%. Namun, jika dilihat berdasarkan kontribusi antar sub sektor, kontribusi sub sektor kehutanan terhadap sektor pertanian hanya sebesar 2,66%. Nilai ini tidak sebanding dengan luasan kawasan hutan, terutama hutan produksi yang ada. Munculnya masalah ekologis dan rendahnya kontribusi sektor kehutanan menunjukkan pengelolaan kawasan hutan belum berjalan dengan baik. Berdasarkan pemasalahan tersebut penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi jasa-jasa ekosistem hutan berdasarkan fungsinya, menganalisis peran jasa ekosistem hutan terhadap nilai ekologi, dan sosial-ekonomi masyarakat, serta merumuskan kebijakan pengelolaan hutan berbasis jasa ekosistem dalam rangka meningkatkan kinerja sektor kehutanan Kabupaten Merangin. Metode analisis yang digunakan meliputi kajian literatur, analisis spasial, analisis sosial-ekonomi kehutanan dengan pendekatan statistika deskriptif, serta analisis kebijakan dengan pendekatan SWOT (Strengths, Weaknesss, Opportunities, and Threats). Integrasi jasa ekosistem dalam pengelolaan kawasan hutan merupakan salah satu kebijakan yang dapat meningkatkan kinerja sektor kehutanan, baik dari aspek ekologis, maupun sosial-ekonomi secara berkelanjutan.