Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer

Analisis Potensi Hutan Rakyat Dalam Mendukung Kabupaten Kuningan Sebagai Kabupaten Konservasi

Authors
  • Nana Rusyana Program Magister Ilmu Perencanaan Wilayah (PWL), Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Pusat Pengkajian Perencanaan dan Pengembangan Wilayah (P4W) - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Pertanian Bogor
  • Kukuh Murtilaksono Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor
  • Omo Rusdiana Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor, Pusat Pengkajian Perencanaan dan Pengembangan Wilayah (P4W) - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Pertanian Bogor
Issue       Vol 3 No 1 (2020): Talenta Conference Series: Agricultural and Natural Resources (ANR)
Section       Articles
Galley      
DOI: https://doi.org/10.32734/anr.v3i1.833
Keywords: Hutan rakyat pengembangan hutan rakyat prioritas pengembangan
Published 2020-09-18

Abstract

Sebagai kabupaten konservasi, Kabupaten Kuningan tidak bisa memproduksi hasil hutan kayu dalam skala besar karena kondisi hutannya sebagian besar merupakan kawasan konservasi dan hutan produksi terbatas, selain itu berada pada wilayah rawan gerakan tanah. Hal tersebut menyebabkan terjadinya defisit kebutuhan kayu di wilayah ini. Salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan kayu adalah melalui produksi hutan rakyat. Saat ini produksi hutan rakyat masih rendah tetapi berpotensi besar, untuk itu dibutuhkan perencanaan yang baik. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mendapatkan jenis tanaman yang potensial berdasarkan referensi masyarakat dan identifikasi tingkat kelayakan dari pengusahaan hutan rakyat; (2) memetakan kesesuaian dan ketersediaan lahan untuk pengembangan hutan rakyat. Analisis data pada penelitian ini mencakup analisis data spasial berbasis Sistem Informasi Geografi (SIG), analisis finansial, identifikasi jenis tanaman hutan rakyat prioritas menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Technique for Order of Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Hasil penelitian menunjukkan lahan yang sesuai dan tersedia untuk Sengon yaitu seluas 9.173 Ha, Mahoni seluas 9.938 Ha, Afrika seluas 10.687 Ha, dan Jati seluas 10.431 Ha. Analisis finansial menunjukkan bahwa pengusahaan hutan rakyat untuk Sengon, Afrika, dan Jati layak untuk dikembangkan terlihat dari nilai NPV, BCR, dan IRR yang memenuhi kriteria layak walaupun pada tingkat suku bunga yang berbeda, sedangkan untuk Mahoni hanya layak pada suku bunga 7,5%. Arahan jenis tanaman hutan rakyat yaitu, pada bagian utara dan timur untuk sengon (Paraserianthes falcataria) dan Jati (Tectona grandis), bagian barat dan selatan untuk mahoni (Swietenia mahogany) dan Afrika (Maesopsis eminii Engl.)